Translate

27.2.16

Kota Palu dan Macet


Sumber Gambar : disini

Macet. selalu saja menjadi momok bagi kota besar. Penyebabnya bisa bemacam-macam. Mulai kuota kendaraan yang semakin tinggi dan tidak ditunjang dengan infrastruktur jalan yang baik, indispliner pengguna jalan, atau minimnya fasilitas angkutan umum yang membuat masyarakat enggan menggunakan jasa angkutan umum.

Dalam kota Palu sendiri, tingkat kemacetan belum separah yang ada di kota Makassar apalagi kota Jakarta. Namun, jika tidak ada upaya sistematis dari pemerintah kota untuk melakukan diagnosa penyebab kemacetan dari beberapa titik ruas jalan, tentu ini akan menjadi masalah dikemudian hari. Diagnosa ? Memang perlu ? Layaknya dokter, setiap penyakit harus dilakukan diagnosa awal agar tidak keliru dalam memberikan obat. Begitu juga halnya dalam menangani kemacetan. Seperti contoh, dibeberapa pertigaan atau perempatan jalan terdapat pemasangan traffic light. Namun ada titik yang sebenarnya dengan penambahan traffic light menjadi sumber kemacetan.  Nah, dengan upaya melakukan studi awal, masalah kemacetan dapat dideteksi dengan baik dan tentunya penggunaan anggaran menjadi lebih  tepat guna.

Masalah lain dari sumber kemacetan di kota Palu adalah jumlah kuota kendaraan yang semakin tinggi saja. Memang, telah ada itikad baik pemerintah kota dengan melakukan pelebaran jalan,  dibeberapa ruas tapi apakah tindakan ini telah cukup dilakukan ?  Belum tentu.

Banyak hal yang bisa dimaksimalkan pemerintah kota untuk menghindari kemacetan, salah satunya adalah dengan meningkatkan fungsi trayek angkutan umum. Seperti yang kita ketahui, operasional trayek angkutan umum di kota Palu belum dapat berfungsi dengan baik. Mengapa ? sebab tidak ada kejelasan jalur trayek angkutan umum. Penegasan jalur trayek angkutan umum dari pemerintah kota dipandang perlu. Sederhananya, jika anda mempunyai tujuan untuk ke suatu tempat pasti ada hitungan biaya dan waktu. Jika salah satunya tidak dapat diakomodasi dengan baik, maka sebagai pengguna angkutan umum akan menggunakan alternatif yang lain.

Nah, tentunya hal-hal tersebut menjadi “PR” dari pemerintah kota untuk membuat kota palu menjadi lebih nyaman apalagi tongkat estafet walikota palu baru saja diserahkan, semoga ini memberikan angin segar untuk kinerja dan biokrasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya, Amin. 

1 komentar:

Alice Taylor mengatakan...

great post. i like it. feeling great when reading your post

lennyfacetext.com