Translate

4.2.12

Limbah Plastik Bukan Investasi Masa Depan !

Masih ingat nggak,  Iklan masyarakat sepuluh tahun yang lalu tentang mereduksi limbah plastik ? Atau anjuran Pemerintah melalui TV Ads tentang pemilahan sampah basah dan kering ?
Pasti ada yang ingat atau mungkin juga tidak.

Oktober lalu, dalam rangka pekerjaan. Aku melihat-lihat kawasan TPA Kawatuna, Palu. Pastinya bukan kawasan yang masuk dalam kategori tempat rekreasi loh. Tempat ini adalah Tempat Pembuangan Akhir, sampah penduduk kota Palu. Jadi,  jangan di tanya aromanya, jangan ditanya banyak lalat, jangan ditanya banyaknya kuman. Semua menyatu disini.
Namun satu hal yang mencolok dari gundukan atau tepatnya gunungan sampah itu adalah Plastik. Tepatnya kantong plastik yang tidak dapat terurai oleh tanah.
Sebagai informasi kantong plastik itu sendiri, terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene menghasilkan polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Sehingga selain sumber dayanya tidak dapat tergantikan kantong plastik itu sendiri diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai dengan sempurna). Nah,  proses terdekomposisi tersebut dapat mencemari, tanah, air, laut bahkan udara.
Mau contoh ?
  • Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah
  • Akibat proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi 
  • Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya
So solusinya gimana dong ?
Ingat sampah, Ingat 3 R (Reuse, Reduce, Recycling) yaitu menggunakan kembali, mengurangi  dan mendaur ulang. Untuk point reduce sepertinya perlu campur tangan pemerintah untuk membuat regulasi guna mengurangi pemakaian plastik contohnya untuk meminimumkan penggunaan kantong belanja plastik di supermaket atau toko. Selain lebih hemat energi ini juga lebih murah costnya jika menggunakan kantong kertas belanjaan. Atau pilihan lain membuat kantongan yang lebih ramah lingkungan.
Nah pilihan terakhir adalah mendaur ulang. Sebagai informasi  tidak semua bahan plastik dapat di daur ulang kembali contohnya plastik bekas coffemix,,refill sabun detergen, refill pembersih lantai dan lain lain.

Jadi berbuat bijaklah buat lingkunganmu :)
Have A Weekend Day :)

Sumber Gambar : disini

Tidak ada komentar: