Translate

11.3.11

Java Jazz 2011 (Opening)

Buang waktu dan buang ongkos itu kata salah satu sobatku yang kayaknya tak pernah mendukung apapun yang aku inginkan. Persahabatan yang aneh yah.
Tapi setelah dipikir-pikir setimpalkah yang aku lakukan ?


Java Jazz Festival event musik super gede untuk ukuran Indonesia yang mungkin bisa disamakan dengan perlehatannya Soundrenaline namun bedanya soundrenaline 100 % diisi oleh para musisi tanah air dan genrenya lebih ke pop atau rock. Atau sample untuk ukuran luar negri yang perhelatannya tiga hari juga sama dengan java jazz namun berkali lipat gedenya animo pengunjung dan genrenya lebih ke rock alternative adalah Woodstock Festival.
Anyway, awal aku mengenal event java jazz festival ditahun 2007an awalnya sih sering melihat iklannya di web kantor hingga di tahun 2008 akhir aku pengen banget melihat langsung penampilan Tompi dan RAN jadilah aku nekat membeli tiket nonton 3 day pass dan berangkat ke Jakarta sendirian bermodalkan nekat gak tahu peta Jakarta demi hanya untuk melihat JJF 2009.

Berangkat dari melihat penampilan Tompi dan RAN, aku mulai mendengar para musisi jazz tanah air maupun luar negri. Sungguh saya bukanlah pecinta jazz sejati bahkan lebih menyukai musik alternative tapi waktu pertama kali menonton saat mendengar dentuman perkusi, barisan horn meniupkan trompet, trombone, saxophone, serta petikan bass dan guitar bahkan string dengan instrument jazz sungguh saya telah jatuh cinta dengan musik jazz. Aku tak bisa mendeskripsikan bagaimana tapi sobat harus menontonnya langsung, menyukai musik jazz sungguh berbeda jika hanya mendengar melalui CD/Cassette sobat harus menontonnya langsung mendengar harmoninya dari awal hingga penutup dimana saat para musisi mulai memperkenalkan para pemain dan alat yang dikuasainya. Hal ini yang selalu ingin membuatmu kembali dan kembali tak memperdulikan berapa biaya yang telah dikeluarkan serta lelahnya selama 3 hari harus ngantri, berdiri, berdesak-desakan yang bahkan seminggu lebih belum tentu capeknya hilang namun semua itu setimpal untuk Jakarta International Java Jazz Festival.
Big Thanks for Peter F. Gontha dan team java festival production yang telah membuat festival ini ada !!!
Cheers !!

6 komentar:

alrisjualan mengatakan...

Memang java jazz salah satu event kebanggaan kita. Keren postingnya.
Salam,
http://alrisblog.wordpress.com

Ipul mengatakan...

huaaa...abis nonton juga ya..?
mantapp..!!!
gapapalah keluar uang banyak, yang penting setimpal sama kesenangannya..

Air mengatakan...

wah maaf bru balas :)
@alris : iya...makasih
@dg. ipul : iya ...dapat kesempatan lagi tahun ini dg :)

zipoer7 mengatakan...

Salam Takzim
Saya suka Reagea, tapi saya juga pernah nikmatin Jazz di kampus UI mengalun romantis ya
Salam Takzim batavusqu

Air mengatakan...

Salam takzim juga :)...
wah maaf nih luamaa banget balesnya :)makasih yang sudah singgah dan meninggalkan komentar.

Wow nikmatin jazz dikampus UI ? wah klu dijkt banyak banget tempat2 buat nikmatin musik jazz live...wah jadi irii abis klu di palu masih minim pokoknya susah nyarinya ada beberapa cafe paling2 unplugged yang banyak namun buat nikmatin musik pure jazz masih susah disini ...tapi gpp syukur alhamduliah masih ada yang unplugged bawain lagu pop kendati hanya gitar saja :P

Btw salam kenal yah zipoer :)

Anonim mengatakan...

How do you customize the functionality of your blog. So,
get yourself a website, get some products to sell and get lots of visitors to your site.
Real ways to make money online from home is to create a niche site that is highly targeted to that customer.