Translate

20.6.10

Jerman...mengalihkan duniaku

Nyaris dua hari ini bu dewi heran anak semata goleknya arie tiba-tiba semangat sekali pengen beli weker katanya supaya bisa bangun pagi-pagi buta. Gimana gak heran sholat sunat dhuha dan rawatib saja lewat tiba-tiba pengen langsung nembak sholat tahajud. Wah Hebat juga tuh anakku batin sang ibunda berfikir ringkas.
Padahal yang ada di otak arie sengaja pengen beli weker supaya bisa tepat waktu nonton piala dunia. Dan, setelah weker terbeli, tibalah dini hari penuh keributan di ruang tengah.
“Ouugh”
“Yaak”
“Yes !”
“Aaaaaah”
“Goool”
Ibunya yang sedang asyik tidur, jadi terbangun dan gak percaya jika itu suara anaknya yang lagi berteriak-teriak. Bukannya sholat gak butuh teriak-teriak?


Keesokannya

Akhirnya ibu dewi sadar jika anaknya begadang untuk nonton bola dan berhubung semalam ia kurang tidur dan jadi sewot gara-gara teriakan sumbang anaknya. Makanya malam ini ibu dewi mogok masak untuk makan malam dan menyuruh arie buat beli ayam goreng saja di sari laut mas amir depan kompleks. Dan setelah diberi uang berangkatlah arie, tiba disana ternyata warungnya cukup ramai yang antre, arie memesan lalu mengambil tempat di pojokan. Disebelahnya nampak pengunjung yang sudah hampir selesai makan
Pengunjung kura-kura ninja : “Wah lidah gue asem nih, kayaknya enak nih kalau ada rokok”
Pengunjung ulat kaki seribu ninja : “Hu’uh bener banget tuh sob mending kamu pergi beli sana “
Pengunjung kura-kura ninja : “Yee, mana bisa aku khan kura-kura bisa lama lagi baru balik, kamu saja yang pergi”
Pengunjung ulat kaki seribu ninja : “Oke, baiklah kalau begitu…”

20 menit kemudian


Pesanan arie sudah selesai dan nampaknya pengunjung kura-kura ninja sudah tidak sabar menunggu rokok dari temannya. Kami lalu bersamaan keluar dari warung dan ternyata ulat kaki seribu ninja sedang berada diluar
Pengunjung kura-kura ninja : “Eh..ternyata kamu disini toh, mana rokoknya ?”
Pengunjung ulat kaki seribu ninja :”Rokok apaan ini juga aku baru make sepatu yang ke 897…”

-----------------------------
Malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh arie, pokoknya ia sudah mempersiapkan jiwa dan raganya untuk tim negara favoritnya, dia gak peduli himbauan temannya untuk menyediakan tissue banyak-banyak untuk persediaan jika jerman kalah dan bakalan menangis sebombay-bombaynya. Baginya jerman adalah segalanya di dunia ini, ayam goreng mas amir lewat, betty si cantik teman kursusnya keciil, mata kuliah audit II besok pagi apalagi. Pokoknya sekali jerman tetap jerman, yang lain tak boleh nimbrung.
Jam weker sudah diset dan ia pun tidur dengan penuh bahagia…
02.00 am wekernya berbunyi, “wah panggilan untukku tuh” gumamnya dalam hati dibuka matanya pelan-pelan “Kok gelap yah !” di kerjap-kerjapkan lagi matanya dan masih tetap gelap “ Arrrrrrgh mati lampu !!!!”

4 komentar:

Lilin Peri Kecil mengatakan...

hehehe...ada2 saja tp unik ^_^

Air mengatakan...

hehe...makasih mba sudah singgah ^_^

nh18 mengatakan...

Huahahaha ...
Ini cerita arie diselingi anekdot kaki seribu ... (= 500 pasang sepatu)

mati lampu ...?!
(hahahaha)

Air mengatakan...

ups ..hehe tapi pak nh masih tetep suka yang "tehel" yah...^_^