Translate

27.3.10

Pajak, Wajibkah ?

Tidak melalui reklame below the line (BTL) sampai above the line (ATL), pemerintah selalu mengajak untuk taat membayar pajak. Singkat katanya pemerintah "Gak bayar pajak ? Apa kata dunia ?"
Yah, apa kata dunia jika masyarakat nggak bayar pajak. Tapi pernahkah pemerintah atau dalam hal ini oknum pemerintah berfikir dua kali jika melakukan korupsi atas hasil pajak ? Belum tentu bukan. 

Apa kata dunia ? Uang hasil pajak dipake korupsi ?

Belakangan ini muncul dipermukaan pers sebuah nama yang cukup membuat kaget khalayak ramai. Gayus Tambunan tiba-tiba menjadi seorang seleb. Bukan karena heboh membintangi hantu datang bulan ataupun karena pernah mempunyai hubungan khusus dengan luna maya. Tapi beliau cukup santer karena dituduh atas korupsi yang gak tanggung-tanggung nilainya dalam hitungan milyar. Entah benar atau tidaknya pernyataan mantan Kabareskrim bapak Susno Duadji kita tunggu saja para aparatur hukum untuk menyelesaikan kasus ini.

Yah, walalupun kepolisian maupun pemerintah berjanji untuk serius dalam menyelesaikan kasus ini, namun berbagai opini telah terbentuk di kalangan masyarakat dan ini tidak dapat dihindari. Salah satu buntut hebohnya Pak Gayus di media adalah pada status jejaring sosial yang ada di Indonesia, yaitu facebook yang membuat account Anti bayar pajak kepada pemerintah dan yang bergabung dalam account ini sudah lebih dari 1.000 orang.

Aku tak akan berargumen banyak tentang hal ini jika sebagian fb-kers berfikir untuk mogok bayar pajak karena munculnya kasus-kasus penyalahgunaan hasil pajak masyarakat tsb. Tapi apakah keputusan itu sudah tepat ?

Pajak adalah pemasukan bagi negara dan negara membutuhkan itu untuk pembangunan infrastruktur, dan kebutuhan pembangunan lainnya yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu hasil pajak digunakan juga  untuk menutupi  biaya rutin yang dikeluarkan untuk menggaji para PNS (jika memang seperti itu) dan biaya rutin lainnya.

Jadi sobat sebelum berfikir untuk mogok bayar pajak sebaiknya fikirkan sekali lagi karena yang rusak dinegara ini bukan systemnya tapi oknum-oknum yang menjalankan system inilah  yang harus kita berantas dan hentikan untuk bangsa yang lebih maju dan lebih baik lagi. Semoga saja.

2 komentar:

Ipul mengatakan...

yah begitulah, timbunan uang memang sangat menggoda apalagi bagi oknum yang kurang kuat iman.

tapi setuju juga kalau gerakan memboikot pajak bukan gerakan bijaksana, lebih bijaksana apabila sebagai pembayar pajak kita ikut mengawasi penggunaannya agar tidak ada penyimpangan..

betul tidak ?

http://daenggassing.com

Air mengatakan...

wah terima kasih daeng sudah singgah dan memberikan komen :)

Iya betul, betul, betul daeng :)
tapi kayaknya aksi ini makin banyak loh daeng yang ikutan update terakhir 20.000 lebih yang bergabung...
keqnya ini PR bagi pemerintah untuk membuat iklan baru/pemahaman baru supaya kepercayaan masyarakat timbul kembali agar taat pajak :)....