Translate

23.2.10

11 Portrait Part III : Missing !




11 Potrait

Part III : Missing !
Created by : Air

Cerita sebelumnya :

............Kakek itu melihatku dengan tajam. Aku menatapnya dalam-dalam. Mata itu tak mungkin berbohong…“Iya ini aku randy !...tolong aku mengapa aku berada di sini….Aku hanya terdiam terpaku menatapnya terbujur kaku, dengan selang infus di lengannya dengan tubuh tuanya. Pria tua itu sahabatku Ikhsan…………."
__________________________________________________


Randy seakan tak percaya dengan kejadian itu. Tapi wujud ikhsan sahabatnya itu benar-benar hadir didepannya dengan tubuh tuanya yang penuh keriput.
"Sobat, ceritakanlah apa yang terjadi !"
"Aku tak tahu randy, aku hanya diminta datang ke tempatnya lalu..uhuk..lalu.." ia berusaha meneruskan kalimatnya dengan susah payah.
Tiba-tiba seorang suster memasuki ruang rawat "Ah ! Äpa yang anda lakukan disini, ini bukan jam besuk lagi ! Tolong anda segera meninggalkan tempat ini !"
"Tolong suster ini penting sekali !"randy menghiba pada suster itu. Namun karena detak jantung kakek itu semakin lambat dan beberapa mulai suster bermunculan dalam ruangan itu akhirnya randy meninggalkan ruang rawat itu. Sepanjang koridor rumah sakit itu randy tercenung, jika memang yang dalam kamar perawatan adalah ikhsan sahabatnya yang cerewet itu lalu siapa yang berada dalam kelas kemarin pagi ?
"Huh, benar-benar memusingkan ! mana kaki lagi sakit gini lagi ! Trus motor lagi dibengkel pula ! " umpatnya.
Iapun menuju halte kendaraan umum menunggu kendaraan umum.
Tak lama naiklah ia ke kendaraan umum tsb. dan tak sampai sepuluh menit kendaraan itu berjalan. Tiba-tiba kendaraan umum itu berbelok ke arah jalan tumbelaka, mengantar salah seorang penumpang yang mempunyai tujuan ke STIKOM yang berada tak jauh dari gedung cendrawasih tempat perhelatan pameran fotographi restu arkam. Penumpang itupun turun tepat didepan gedung itu, randy memandang nanar melalui kaca jendela kendaraan ke dalam gedung tersebut. Sepertinya potret karya restu arkam itu nampaknya belum dipindahkan dalam gedung itu !
Tanpa dikomando, randy langsung turun dalam kendaraan tersebut, membayar pada sopirnya dan berlalu meninggalkan kendaraan tsb.
Siang itu sangat terik, tapi randy tak perduli ia terus berjalan ke arah gedung itu. Gedung itu sangat sepi hanya terdapat dua orang satpam yang menjaga potret-potret yang telah tersegel itu. Randypun menghampiri kedua satpam tersebut.
"Permisi pak, apakah bapak restu arkamnya ada pak ? randy bertanya namun tersadar jika pertanyaannya keliru.
"Öh mohon maaf dek, sejak 4 hari yang lalu beliau tidak pernah nampak lagi di gedung ini..." seorang satpam yang berperawakan agak tinggi menjawab pertanyaannya.
"Iya dek, padahal potret-potret ini harus dikirim kembali ke jakarta namun beliau belum datang juga, aneh" sambung satpam yang satunya.
"Baiklah pak terima kasih atas infonya oia apakah bapak pernah melihat teman saya ikhsan orangnya sedikit tirus, kulitnya agak putih dan ada tahi lalat disebelah kanan hidungnya ?"
Salah seorang satpam bergumam "Mmmh..ya, kemarin ada seorang mahasiswa memang datang ke tempat ini seperti ciri-ciri tadi tapi ia hanya datang mengambil barang yang diminta oleh pak restu untuk diambil".
Bersambung...(kentara malasnya nyari ide hehe...)

Tidak ada komentar: