Translate

6.10.09

Cinta Mahmud

Ditulis oleh : Air

Cerita ini hanya fiksi semata jika terdapat kesamaan nama pelaku dan jalan cerita itu hanyalah unsur ketidaksengajaan saja…suwer ! sumpah pramuka deh !

*********

Namanya Andi Mahmudin Kertasari Ningrum dipanggil mahmud sama emak dan bapaknya. Mumud oleh teman kuliah dan teman main futsalnya di kompleks. Tapi belakangan si Mahmud berinisiatif merubah total namanya menjadi moody biar keren katanya kayak mody akil penyiar madama yang pernah ngetop di akhir tahun 90-an (Ceileh….bisaa)

Pagi itu sangat cerah nampak matahari malu-malu kucing menyembul dibalik awan.
Dari kejauhan mata memandang di suatu halaman kompleks terlihat seorang pemuda tambun dengan rambut grinyol (griting konyol) sedang khusuk-khusuknya berolahraga dengan penuh semangat 66

Wan,,tu..sri..for..faip…
Wan ..tu..sri..for faip…

Tak lama…

“Eh Mumud…tumben nih ngapain pagi-pagi di depan rumah sob biasanya juga abis sholat shubuh balik tidur ulang” sahut sohib main futsalnya Apin Arifin dengan pandangan mengilat penuh selidik
“Ssshhh..aduh sory mawon sob …but please deh auw ….jangan mumud dong ! mody….M.O.D.Y. ….Mody ! is it clear ?
“Eh …kamu knapa sih jadi rumpis gini sih ! kayak tante-tante ajah ! emak ku saja tidak rame kayak gini deh “ tambah Apin Arifin dengan mata berkilat-kilat karena emosi jiwa
“Ah nggak sih Pin….” Pembicaraannya terputus

Tak lama dari depan rumah tetangga si Apin Arifin muncul seorang gadis cantik berjilbab sedang menuntun motornya keluar rumah ..
Seketika itu juga dunia Mahmud seakan berhenti berputar dan segalanya berfokus ke gadis berjilbab itu…
Mahmud terpana, terkesima, tak mampu berkata-kata ketika gadis itu mengulum senyum kepadanya. Tak lama sayup-sayup didengarnya suara cempreng yang sangat familiar

“Woi…woi..! ”

Suara cempreng itu makin lama semakin nyata

“Woi..woi..”

“Ah ..pin kamu merusak moment-moment penting ini saja !” protes mahmud keras sambil ngeloyor pergi meninggalkan sohibnya sendirian di tengah-tengah kompleks (emang enak !)

********

Yah begitulah pemirsa sekalian semenjak seminggu yang lalu tepatnya sejak kedatangan gadis berjilbab di depan rumahnya. Mahmud berubah total.
Dari makan hanya 3 kali sehari meningkat menjadi 5 kali sehari ….
Biasanya setelah sholat maghrib mahmud sudah nangkring di depan TV buat nonton cinta fitri..sekarang doski lebih berminat mandangin tetangga depan rumahnya ….
Jangankan Aura kasih…Luna Maya lewat….Dian Sastro apalagi !
Hidupnya sekarang hanya seputaran gadis cantik berjilbab nan anggun yang ada di depan rumahnya…yang bernama Sarina

Makanya demi mendapatkan cinta sang pujaan hatinya Mahmud bela-belain ikut fitness buat nurunin badannya, jadi rajin jogging di pagi hari, dan yang terakhir Mahmud berniat merelakan memotong rambutnya yang nyaris 4 tahunan dengan model cutting yang sama ..long curly standard yang rada-rada megar !
Yah, semalaman Mahmud telah shalat istikharah untuk memantapkan hatinya untuk memotong rambut semata wayangnya ituh. Dan keesokannya mahmudpun ke tukang cukur dekat rumahnya…
“ Permisi..permisi..”
“Assalamu A’laikuum ..” Mahmud mencoba mengetuk-ngetuk pintu tukang potong rambut

Tak lama muncullah seorang pemuda modis dengan ramahnya menyapa..
“Ehhh…bisa di bantu neeh” ucapnya genit
‘Astaghfirullah..” ..
“Eh kepompong ! eh kenapa !...
“Eh tidak mo potong rambut” ucap Mahmud gagu
“Ougwh …tunggu sebent yach…Papiiiii”gelegarnya memenuhi ruang tempat gunting rambut itu
Tak lama muncullah bapak-bapak dari dalam rumah tersenyum dengan ramahnya,

15 menit kemudian…

Mahmud kaget dengan penampilan barunya lebih rapi ! iapun membayar pada bapak nan ramah itu lalu pulang…
Sampe di rumah Emak dan bapaknya kaget dengan penampilan barunya tapi hepy juga karena anak semata wayangnya jadi lebih cakep !
Malamnya Mahmud sudah berdandan klimis rambut dipakein minyak rambut sampe minyaknya netes-netes ..Yiiiy ! Dan pergilah Mahmud ke rumah tetangga depan rumahnya…

Dengan perasaan gembira..rindu gelisah menjadi satu mahmud mencoba menekan bell
Ting..Tung…
Brrrrrrrrrrrr
Wiuw..wiuw…

Muncullah ibu setengah baya dari balik pintu
“Assalamu A’laikum tante ” Mahmud mencoba memberikan senyuman terbaiknya yang sudah dilatihnya dengan serius selama tiga hari ini jika bertemu dengan calon mertua…
“W’alaikum salam nak..ada apa yah ?...
Masih tersenyum….walopun gigi sudah kering rasanya…
“Eh iya bu…sarinanya ada tante ?
“Oooh sarinanya sudah kembali ke yogya nak…kemari hanya untuk mohon ijin nikah di yogya sama abahnya…”
Seketika senyuman Mahmud menghilang..
“Haaaaaaa…” Mahmud limbung…tak sadarkan diri !!!

************************

Yah demikianlah pemirsa cerita ini yah mungkin masih sangat garing bahkan terlalu serius, tapi seperti kata pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian bersakit-sakit dahulu bersusah-susah kemudian..(nyambungnya dimana yah…)

Tidak ada komentar: