Translate

26.10.09

They Called Him “Darling of The Media”

Cerdas, revolusioner, lugas dan sederhana. Keempat kata-kata itu pas menggambarkan tokoh negarawan yang sangat aku puja. Muhammad Jusuf Kalla.
Lima tahun yang lalu saat Pak Susilo memilih beliau sebagai pasangan untuk maju dalam balon capres dan cawapres pertama kali aku sama sekali belum ngeh dengan sepak terjangnya. Maklum saat itu aku masih dominant ke Pak Amin Rais yang mengusung partai PAN. Sejak ikut pemilu pertama kali aku selalu memilih PAN, pemilu yang kedua juga begitu hingga akhirnya Pak Amin kalah telak dari Bapak Susilo dan Ibu Mega jadi yah mau tidak mau yah harus memilih yang mana yang terbaik. Dan pilihanku jatuh pada Bapak Susilo. Berhubung pada saat debat argument yang diutarakan benar-benar yang paling masuk akal dan paling oke diantara para konstentan capres dan cawapres. After that aku menjadi demokrat abis.
Status demokrat itu berakhir saat pra-pemilu tahun ini. Saat aku melihat bapak jusuf kalla tampil dalam sebuah acara talkshow atau semacam debat terbuka di salah satu stasiun televisi swasta saat itu. Kalau nggak salah di metro TV dan masalah yang diangkat saat itu perihal tenaga kerja dan outsourcing. Aku gak bisa mengungkapkan dengan kata-kata tapi idenya itu benar-benar “wah” ada beberapa catatan mengenai kepres yang perlu di syahkan dst..dstnya.
Sejak moment itu perhatianku teralihkan dan hanya tertuju padanya. Beliau selalu tampil beda dan penuh kejutan disetiap debat. Jika calon yang lain selalu mengutarakan sesuatu secara global dan umum. Beliau muncul dengan jawaban yang langsung ke masalah dan bagaimana cara pemecahannya. That’s the brilliant ! Dan hal itu benar-benar sangat jelas pada saat debat terakhir. Beliau benar-benar membuatku terkagum-kagum, terpesona pokoknya beliau yang terbaik.
Namun sayangnya ..nyaris 70 % bangsa ini tidak dapat melihat kelebihan itu.
Too bad to be true…..

Anyway kemarin dimetro tv di tayangkan acara “Terima Kasih JK” sebuah acara yang ditayangkan sebagai kenangan untuk mantan bapak wapres RI. Beberapa colega memberikan testimoni perihal Bapak Jusuf. Ada satu hal yang cukup menarik diungkapkan oleh wartawan senior di metro TV (namanya aku lupa tapi biasanya sih sebagai narasumber di editorial media Indonesia…ituloh yang diputar setiap jam tujuh pagi dan selalu membuatku terlambat ke kantor) beliau mengungkapkan kenangan saat menemani beliau di brussel. Saat itu sesi tanya jawab wartawan untuk wakil Negara dan perasaan wartawan senior tersebut sudah was-was jika bapak wapres tidak menjawab pertanyaan sesuai dengan standar internasional. Namun di luar dugaan pak wapres memberikan jawaban yang sangat brilliant untuk penyelesaian kasus iran dan bagaimana pemerintah Indonesia dapat ikut turut serta dalam kasus tersebut. Karena jawaban-jawaban beliau yang selalu kritis dan revolusioner sehingga wartawan tersebut menyebut bapak Jusuf Kalla sebagai “Darling of The Media”

Tulisan sederhana ini aku peruntukan untuk bapak Muhammad Jusuf Kalla semoga pengabdian beliau tidak berhenti sampai disini namun terus berlanjut memberikan sumbangsih untuk menjaga perdamaian di bumi Indonesia ini…..

Aku juga mo ngucapin selamat hari sumpah pemuda tanggal 28 Oktober nanti….tetap jaya dan berkarya untuk bangsa ini ! Merdeka !

Tidak ada komentar: