Translate

11.10.09

Adam jangan pergi !

Ditulis oleh : Air


******

Efek global warming menyebabkan udara siang itu lebih panas dua derajat celcius dari biasanya. Knalpot-knalpot kendaraan saling berebutan mengeluarkan emisi. Nyaris disetiap sudut jalan lampu merah dipenuhi para pedagang asongan dan penjual koran yang berteriak parau menjajakan barangnya.
“Korannya pak ..dua ribu saja ..murah pak !!
“Yah tisu..tisu !! tisunya mba ?

Salah seorang anak berpenampilan lusuh menghampiri sebuah mikrolet ia memegang alat musik sederhana yang terbuat dari botol kaleng minuman.
“Permisi om..mba..” anak itu mencoba mengurai senyuman..dan mulai menyanyikan sebuah lagu kepunyaan penyanyi kenamaan di Indonesia
“…Umar bakri..umar bakri…pegawai negri..”

Penumpang mikrolet itu hanya beberapa orang.
Nampak beberapa penumpang yang kurang senang dengan kehadiran pengamen itu, anak itu tak bergeming masih mencoba meneruskan refrain lagu yang dibawakannya.
Tak lama lampu hijau menyala dan anak itu mulai meminta imbalan seseorang memberikan uang padanya. Anak itu mengucapkan terima kasih dan menyingkir dari mikrolet itu…
Ia melihat digenggaman uang senilai seribu rupiah itu hatinya bersyukur ia memasukkan uang itu dalam kantongnya bersama uang yang lain…

“Allahu Akbar..Allahu…Akbar”
Azan berkumandang di mesjid menandakan memasuki waktu dhuhur.
Ia berlari kecil segera meninggalkan jalanan dan menuju mesjid terdekat.
Tiba di depan mesjid dengan nafas memburu dan langkah yang berjingkat anak itu berwudhu dan ikut menunaikan shalat dengan berjama’ah.
Selesai shalat anak itu duduk di luar sambil mengenakan sepatunya yang mulai kumal.
“Adam ! “
Suara itu membangunkannya dari lamunan sesaat. Ia berbalik dan tersenyum
“ Iya wak !”
“Bagaimana…hasil hari ini ?
“Yah Alhamdulilah wak” adam menyunggingkan sebuah senyuman.
“Oh iya nak ..ini bapak ada rejeki hari ini lumayan buat tambahan kamu..” bapak itu menyerahkan uang lembaran lima ribuan sebanyak empat lebar kepada adam
“Haa ? ini banyak sekali wak” adam menatapnya tak percaya..
“Gak papa nan anggap saja ini sebagai upah bonusmu membersih rumput di halaman kemarin” ujar bapak itu memaksa.
“Wah Alhamdulilah…terima kasih wak” Adam sangat girang menerima uang itu segera ia berlari meninggalkan mesjid itu…

Tak jauh dari mesjid itu sebuah kendaraan umum melaju dengan kecepatan 60 km/jam dari pintu luar tol tepat pada saat Adam menyebrang kembali ke jalanan untuk mencari uang demi membelikan obat untuk adiknya yang terserang malaria.
Mikrolet itu menabrak adam, tak sampai beberapa menit orang menyemut mengelilingi tubuhnya yang terbujur kaku di atas aspal.
Ia telah tiada meninggalkan adiknya yang masih menunggu di rumah singgah berharap kakaknya bisa cepat pulang……….

*******


Yesterday is a history….
Today is a gift….
Tomorrow is a Mistery…


“Selalulah memohon ampunan-Nya kita tak pernah tahu kapan dan dimana saat itu datang………..”

Tidak ada komentar: