Translate

28.9.09

Mudik (2) Entrance Makassar

Sengaja aku mengambil waktu pagi untuk berangkat dari kota palu tercinta ini menuju makassar supaya pikiran masih seger dan bisa menikmati perjalanan menuju kota kelahiranku ini.
Pukul 07.10 aku berangkat dan tiba 55 menit kemudian di bandara hasanuddin. Tiba di bandara dengan tergopoh-gopoh karena bawaan yang lumejeng berat langsung saja aku mencarter salah satu taxi dan perjalananku dimulai di kota Makassar ini atau kita sebut saja sebagai salah satu pintu gerbang kawasan Indonesia timur.

The City

Tidak sampai setahun aku meninggalkan kota ini, kota ini sudah banyak sekali perubahan. Infrastrukturnya yang semakin baik namun masih kelihatan agak semrawut disana-sini, maklum masih berbenah. Yang mencolok di kota ini mudah sekali ditemukan papan reklame baliho non permanent, umbul bahkan banner. Nyaris di setiap sudut selalu ada, kesannya menumpuk dan tidak teratur. Mungkin perlu adanya penertiban reklame agar kota ini menjadi lebih indah.
Memasuki jantung kota Makassar, aku mendapatkan jembatan layang yang belum selesai nampaknya jalan ini adalah jalur alternative guna mengurangi kemacetan di perempatan pettarani, tol reformasi dan perintis.
Terusan lajur dua pettarani menjadi kawasan perkantoran dan warung-warung franchise sederhana. Beberapa daerah masih terdapat kawasan under groundnya.
Satu hal yang mencolok di kota ini adalah penuh ruko dan rukan. Sepertinya tata kota perlu membagi kawasan perkantoran, pertokoan dan perumahan bahkan taman. Kota ini semakin kurang daerah taman bahkan untuk daerah pantai losari sudah direklamasi untuk pembangunan tempat-tempat wisata. Sehingga kantung tanah tempat penyerapan air pada saat hujan semakin kurang karena di penuhi bangunan yang menyemen halaman depan bahkan menutupi saluran pembuangan. Ini harus menjadi perhatian serius, agar kota ini tak menjadi langganan banjir ya, walaupun hanya semata kaki toh untuk perbaikan ke depannya agar kota makassar tidak hanya menjadi kota metropolitan dan menjadi salah satu gerbang kawasan indonesia timur. tapi bisa menjadi kota terpandang di Indonesia bahkan se Asia Tenggara nantinya. Semoga saja.

Tidak ada komentar: