Translate

18.9.09

Di penghujung Ramadhan menjelang Lebaran (2)

Keesokannya. Tepat di hari lebaran biasanya seisi rumah sudah sibuk banget, biasanya sih yang benar-benar sibuk adalah ibu yang menyiapkan makanan dan membuat teh di pagi buta. sedangkan kami hanya kamuflase saja pura-pura sibuk mondar-mandir kesana-kemari menenteng handuk namun tak kunjung mandi juga nanti panik jika sudah mendekati jam 07.00. Kebiasaan buruk hehe.
Setelah semua siap, berangkatlah kami untuk melaksanakan sholat ied biasanya sih kami sekeluarga sholat di cendrawasih KODAM VII Wirabuana dekat SDku. Pilihan yang cerdas, karena tempat ini sholatnya ringkas sekali. kau bahkan tak sadar jika rakaat terakhir sudah berakhir, saya curiga khatibnya adalah valentino rossi di masa lalu. Oh yah selain di KODAM biasanya sih sholat dikarebosi juga tapi hanya sesekali berhubung tempat ini agak jauh dari rumah dan muacetnya minta ampyun. Setelah tiba di rumah biasanya kami melakukan sungkeman kepada orang tua. lalu setelah itu bergilir ke kakak-kakak.
Budaya ini bertahan selama bertahun-tahun di keluargaku sampai akhirnya tahun 92 saat almarhum ayah dipindah tugas ke temanggung dan tahun 1993 aku melanjutkan pendidikan SMPku disana dan mau tak mau merayakan hari lebaran disana.
Temanggung adalah kota kecil yang sangat indah dan sejuk tentunya. Pada waktu menetap disana kota ini sudah menjadi langganan adipura, pokoknya kota ini bersih sekali. Selain bersih, kota ini terkenal dengan hasil tembakaunya. dari rumah dinas almarhum ayah kamu bisa melihat gunung-gunung dengan dipenuhi tanaman tembakau yang cukup jelas. Aku tinggal dalam lingkungan kantor tepatnya kantor departemen sosial yayasan anak cacat mental. Berlebaran dikota ini adalah hal yang baru bagiku saat itu, tempat baru, budaya baru dan lingkungan baru. Untuk suasana lebaran disini kayaknya sama saja dengan di makassar bedanya disana agak sepi kalaupun ramai hanya di alun-alun kota.
Untuk pelaksanaan sholat ied di temanggung biasanya aku dan keluarga melakukan di alun-alun kota setelah itu dilanjut acara sungkeman dirumah bupati. Oh iyah, didaerah ini punya kebiasaan selalu menyediakan kue onde-onde)* yang ditata dalam sebuah daun pisang. Kamu akan menemukan kue ini dengan mudah disetiap acara hari raya ataupun acara berbuka pada saat bulan ramadhan.
Padabulan Mei tahun 1995 Ayah meninggal dalam masa tugasnya karena stroke sehingga otomatis aku dan ibu harus pulang kembali ke makassar. Saat itu adalah masa tersulit bagiku dan keluarga tentunya tapi alhamdulilah semua terlewati dengan baik.
Di tahun berikutnya kami tetap merayakan hari raya namun terasa sepi tidak ada lagi yang mengajak untuk berkeliling melihat malam takbiran. Sebenarnya ada kak adi sih, kakak tertuaku tapi semuanya tak pernah sama lagi.

____________________________________


)* sebuah kue dari tepung ketan yang disi dengan gulamerah lalu setelah masak ditabur dengan kelapa parut.

Tidak ada komentar: