Translate

16.9.09

Di penghujung ramadhan menjelang lebaran (1)

Jika diberi umur panjang, Insya Allah 2 hari lagi merayakan hari lebaran. Yang jelas tahun ini akan lebih ramai dari tahun kemarin, Insya Allah.

Menulis blog ini aku jadi teringat waktu masa kecil, aku selalu menyukai suasana pra-lebaran. Dulu, biasanya di hari-hari menjelang hari raya begini ibu sudah sibuk menyiapkan kue-kue kering biasanya sih kakak-kakak ikut nimbrung membantu menyiapkan bahan, memixer dan membuat pola-pola kue diatas nampan yang sudah ditaburi tepung terigu. Untuk proses yang terkahir aku selalu ikut nimbrung berharap dapat mencubit sedikit adonan kue yang nantinya bisa kumakan sambil sembunyi-sembunyi. Salah satu kue kering yang tak pernah absen saat lebaran adalah kue kenari, kue kenari buatan ibuku adalah yang terenak yang pernah kunikmati. Sayang, jika kue-kue kering sudah selesai biasanya ibu meletakkan toplesnya ke dalam lemari terkunci. Ya iyalah mana aman kue itu jika diletakkan di luar.

Pagi sebelum hari raya bisanya pagi buta ibu sudah ke pasar, membeli ketupat, daun untuk membuat buras dan gogos, bumbu dapur, daging, ayam, dan segala kebutuhan untuk masak. Umumnya ibu sering berbelanja di pasar pa'baeng-baeng ditemani oleh Almarhum Ayah. Sumpah, pasar ini ramai sekali jika sudah menjelang lebaran. Bahkan menutupi badan jalan sehingga otomatis jalan dialihkan ke jalan kakaktua kalalu gak salah (aku sudah rada-rada lupa jalan dimakassar). Untuk belanja kebutuhan daging biasanya tempatnya agak menjorok ke dalam. Alasannya aku tak tahu mengapa. Lalu setelah belanja daging sapi dan ayam ibu mulai berjibaku untuk membeli bumbu. Bila belanjaan sudah beres barang akan dititip dimobil lalu singgah ditoko kue yang terletak di jalan kakaktua. Lalu pulang.

Setelah sampai di rumah biasanya ibu selalu mendahului memasak buras dan gogos. Dibantu oleh tante dan keluarga yang kebetulan tinggal di rumah. Jika sudah agak sorean aroma bau ketan dalam buras sudah tercium di mana-mana, tanda sedikit lagi akan masak. Setelah itu ibu mulai tenggelam dalam membuat sambal goreng. Oh iya, sambal goreng ibu adalah yang terbaik yang pernah kucicipi. Pokoknya definisi enak dari yang terenak. Bumbunya meresap sempurna gak terlalu pedas dan gak terlalu manis dengan daging yang lembut dan tambahan kacang goreng. Yummi !

Jika sudah menjelang jam 5 sore biasanya aku suka menunggu pawai bedug yang lewat di depan rumah. Maklum waktu kecil aku tinggal di jalan cendrawasih yang merupakan salah satu jalan utama yang ada di makassar. Pawai ini biasanya adalah kendaraan-kendaraan yang di hias sedemikian rupa berwarna-warni .....yah seperti pawai bunga di pasadena bedanya ini lebih sederhana dan tanpa hiasan bunga. Pawai ini berlangsung sampai malam, sampai kau berkata " Ha ? masih lewat juga ? hehe.

Setelah sholat maghrib biasanya aku dan kakak-kakak di ajak oleh almarhum ayah untuk berkeliling menikmati malam takbiran atau jika ada rejeki dibelikan baju baru. Setelah berkeliling biasanya perjalanan berakhir di toko kue manorian untuk membeli kue basah seperti bolu, tart coklat atau apa saja pelengkap kue kering yang disajikan untuk tamu. Oh iya waktu kecil aku punya obesi ingin sekali mencicipi jus jeruk dan milo yang di jual di manorian itu. Dalam bayanganku minuman itu begitu nikmat. Sayang sampai setua ini aku belum pernah mencicipi minuman dalam mesin itu. Yah maklumlah aku lahir dalam keluarga sederhana, almarhum ayah seorang PNS di departemen sosial jadi untuk membeli sesuatu yang diluar kebiasaan atau membeli makan/minuman yang enak-enak jarang banget. At least jika aku punya kesempatan untuk mencicipi minuman mesin itu lagi aku tak perlu hanya menatap penuh harap tapi dapat langsung membelinya sekarang tanpa persetujuan siapapun.........Alhamdulillah.

Setelah singgah di manorian biasanya langsung pulang ke rumah. Dirumah sudah menunggu piring kotor, kamar tidur yang perlu diganti sepreinya, mengganti bantalan kursi dan ngepel. tapi biasanya sih yang lakukan ini adalah kakakku. Aku masih kecil jadi paling di suruh tidur di luan. Kawan, itulah enaknya jadi anak bungsu kau tak perlu repot memikirkan segala halnya.



______________________________________







Malam masih panjang

Suara takbir menyeru asma-Nya di sudut-sudut kota

Menyambut Hari Kemenangan

Taqaballahu Minna Wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Bathin





Tidak ada komentar: