Translate

24.7.09

Si Erwin

Kemarin, lagi asyik-asyiknya nunggu approval intranet di kantor tiba-tiba sisco phone berdering. Dilayar sisco phone tertera dari security. Mungkin pengen mindahin aliran dari genset ke listrik. Ternyata aku salah ..dari Radar Sulteng, feelingku mengatakan pasti nih erwin dari radar mo nagih tagihan koran bulan terakhir. Akupun bergegas ke ruang tamu yang hanya berada di pintu bagian luar ruang administrasi. Orang itu sudah berada di sana dengan senyum jenakanya...
Erwin, sang loper koran aku mengenalnya 3 tahun yang lalu. Saat atasanku memilih untuk langganan radar sulteng saja, katanya jika langganan radar sulteng minimal bisa tahu informasi sekitar palu dan sulawesi tengah daripada koran nasional lain dengan tema berita umum yang bisa diperoleh di saluran berita televisi.
Aku sudah lupa bagaimana caranya bisa order koran melalui dia, yang jelas nih orang tiba-tiba menjadi pengantar koran di kantor.
3 tahun yang lalu, ia masih status pegawai loper koran di ramedia dengan bermodalkan motor vespa merah marunnya yang butut, yang bahkan untuk menyalakan mesinnya harus dibanting ke sana kemari terlebih dahulu baru "on".
Anyway ia berangkat dari shubuh sampai sore hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pasti tidak cukup, akhirnya ia nyambi ikut bisnis multi level marketing dari brachini sampe sophie martin. Semangatnya mencari anggota sebanyak-banyaknya tidak sia-sia ia berhasil memperoleh televisi 25 inchi. Gak sampe sehari televisi itu nangkring di ruang tamunya. Temannya datang menawarkan sepeda motor dengan DP yang murah hanya bermodal 500 ribu motor bebek second yamaha berada di genggaman. Dasar otak bisnis iapun tukar guling dengan temannya. Temannya dapet televisi ia dapat motor.
Entah karena sudah memiliki motor, modal yang cukup atau karena ingin berdiri sendiri, akhirnya ia lepas dari ramedia dan mencoba menjadi agen sendiri. Bukan hal yang mudah tentunya door to door harus meyakinkan customer untuk menjadi pelanggannya. Tapi ia berhasil, dari sedikit menjadi bukit. Dari keuntungan terakhirnya ia membeli motor lagi, untuk operasional usahanya.
Sekarang ia mempunyai agen sendiri, karyawan tiga orang dan sepeda motor 3 unit. Semua berawal dari sesuatu yang kecil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh semangat dan doa. Insya Allah akan dibantu oleh yang di atas...
Kalau dulu ia menagih sering membawa buku kecilnya yang berisi daftar pelanggannya, sekarang jika ditanya "win ...catatannya mana mentang-mentang sudah punya agen sendiri nih ? ia hanya tertawa...
Ah pengen juga berwirausaha...insya allah tahun depan aku pengen ngumpulin modal dulu sekarang sebaiknya aku konsen dulu bangun rumah kecil dan mungil yang sejak tahun 2008 hanya pondasi mulu dan gak kelar-kelar hehe ..............huff bismillah..

Tidak ada komentar: