Translate

10.7.09

Jilbab ? Oke lagi !

Rasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
********************************************

Aku bukan tipikal orang yang better planning, semuanya serba spontanitas Dalam melakukan sesuatu.yang penting ada ide, modal dan kemauan, just do it. Dan hal ini berlaku juga waktu aku berniat memakai jilbab waktu 8 tahun yang lalu tepatnya tahun 2000. Masih kuliah saat itu. Jujur saja sebelumnya aku gak ada pemikiran ingin mengenakan jilbab sebelumnya, hanya sahabat saya saja yang sibuk berhasrat pengen pake jilbab dan mengkoleksi berbagai macam padu padan busana jilbab. Sedangkan aku ? hanya sibuk bermain musik di drum band. Setiap ketemu di kampus : “sri aku pengen banget pake jilbab, kapan yah ??”, padahal menurutku kalalu memang ingin yah lakukan saja toh jilbabnya udah banyak banget dikoleksi waktu itu.
Akhirnya waktu itu memasuki bulan puasa, dan otomatis kegiatan drum band aku vakum sebentar untuk lebih khusuk melaksanakan ibadah puasa. Aku gak tahu pengaruh bulan puasa atau apa tapi pada saat akhir bulan ramadhan aku kagum sekali melihat orang berjilbab. Jadi kira-kira seminggu sebelum lebaran aku menetapkan hati untuk memakai jilbab dan mulai mengumpulkan uang untuk membeli jilbab, dan alhamdulillah aku berhasil juga memiliki jilbab yaah walau hanya ada 3 potong, dengan model yang standar. Model model seperti taplak meja begitu. Pokoknya jauh dari jilbab-jilbab perancang terkenal sperti biyan, adjie notonegoro , itang yunasz. Mana bahannya panas pula (belakangan aku jadi sering sakit kepala kalau sudah siang hari gara-gara jilbab ini hahaha), maklumlah Rp.15.000 per lembarnya, murah banget. Sesuai kantong mahasiswa. Hehe

Well, minimal ini bisa merealiisasikan hajatku. Dan pas hari lebaran, alhamdulilah aku mengenakannya juga.
Kakakku yang paling tua hanya mengatakan “Sri, kamu dari panti asuhan mana ? “
Penghinaan sekali, tapi aku cuek saja. Emang gue pikirin. Dan besoknya aku ke kampus mencoba dengan penampilan baru. Sahabatku seperti melihat Keanu reeves yang datang, berteriak-teriak gak jelas. Heboh banget. Maklum, mungkin mereka tak menyangka aku bakal memakai jilbab.
Begitulah, aku memakai jilbab bertahap dari hanya di kampus saja, kemudian sedikit-sedikit akhirnya full kemanapun memakai jilbab. Malah jika nggak memakai jilbab seperti ada yang kurang. Yah Alhamdulilah Allah masih memberikan hidayah sampai saat ini. Padahal, waktu setahun make jilbab itu kuat banget godaannya untuk melepas mana teman-teman yang dulunya pake jilbab sudah pada nggak pake jilbab lagi. Tapi, masih bertahan juga mungkin aku bukan tipikal orang yang selalu pusing dengan mode dan keserasian. Ah, semoga Allah SWT tak pernah melepas hidayah ini …...jilbab ini membuatku lebih nyaman ... :)



Tidak ada komentar: