Translate

25.5.09

Jam tayang yang makin menggila

Seminggu ini seperti biasa setelah melakukan aktivitas pagi kemudian berangkat ke kantor kemudian jam 5-an sore pulang. Sampai dirumah sholat, makan, nonton TV, sholat lagi dan tidur. standar banget. Yang berbeda hanya setelah pasca diriku sakit beberapa hari yang lalu aku jadi sering banget nonton acara di stasiun televisi.
Iya, waktu sakit kemarin hampir seminggu lamanya aku tidak menjejakkan kaki dikantor. Kerjaku hanya terbaring di tempat tidur sambil memegang remote TV dari pagi sampai sore. Bayangkan betapa membosankannya. Pagi-pagi nonton bengkel hati, berita di TPI, Acara masak, Musik di RCTI/SCTV (aku ganti-ganti chanel disini) setelah itu tidur. Kemudian bangun lanjut nonton lagi.

Untuk acara sore hari dipenuhi oleh tayangan gosip nyaris hampir disemua stasiun. Awal nonton sih hanya gossip tentang artis A jadian dengan artis B, trus gossip-gossip ringan yang lama-lama makin menjelma menjadi berita tentang perceraian, beredarnya video mesum artis, dll yang herannya diputar pada saat jam 15.00 – 17.00.
OMG...yang benar saja jam segitu kan jam anak-anak umur 15 tahun ke bawah pada berkerumun di depan televisi.
Bahkan aku gak kalah sengit ada tontonan “orang ketiga” di jam yang sama yang mengumbar drama reality perselingkuhan yang berakhir di sebuah kamar hotel. Dan setiap episodenya selalu sama berakhir di kamar hotel / rumah salah satunya. Demi tuhan, apakah acara ini tidak bisa dipindahkan ke jam 21.00 ke atas saja.
Sebegitu pentingnyakah rating suatu acara daripada nilai edukasi dari acara tersebut.
Oh ya, bahkan disalah satu stasiun TV yang mengusung tema pendidikan bahkan membuat suatu acara talk show di waktu prime time yang mengangkat masalah-masalah rumah tangga, perselingkuhan, dll. Yang ujung-ujungnya saling menghina, tiap episode nyaris terjadi perkelahian..bahkan selesai acarapun masalah itupun gak selesai..nah loh. Trus inti acara ini apa dong. Ada-ada saja. Ditambah lagi setelah nonton acara ini ada lagi Suami-suami takut istri yang anak-anaknya selalu mentertawakan ayahnya yang selalu disudutkan oleh ibu mereka.

Acara tersebut memang sangat menghibur, tapi harusnya ada batasan jam tayang untuk tontonan semi dewasa. Sebagai contoh sore hari lebih cocok ditayangkan kartun atau acara edutainment yang lebih membangun kreatifitas anak. Sedangkan jam 18.00 – 21.00 bisa ditayangkan musik, kuis, wisata kuliner, gosiip ringan atau info yang lebih berguna. Semoga saja.



Tidak ada komentar: