Translate

13.11.07

Training Day

Dua hari yang lalu saya habis menjalani training selama 3 hari dimakassar. sebenarnya bukan training tapi refreshing materi job desciption dan share seputar pekerjaan masing-masing area. Menyenangkan, bukan karena trainingnya tapi itung-itung bisa pulang kampung.

Kemarin, saya tiba di makassar jam 23.45. Sebenarnya jam 17.30 di jadual hanya karena alasan oparasional plus cuaca buruk jadi mengalami delay yang berkepanjangan. Yah tidak apa-apa, selama sang burung besi "wings air" tiba ditujuan dengan selamat, saya tidak ada masalah dengan keterlambatan tersebut. Pada saat memasuki kota makassar, saya seperti kang kabayan aja. Istilahnya tukul "wong ndeso !". Saya takjub banget dengan suasananya yang rame banget padahal sudah tengah malam. Berbeda banget dengan palu yang sunyi senyap, bahkan jarang banget terdapat macet (saya bersyukur banget dengan kelebihan kota yang satu ini). Beda banget di makassar, kayaknya kendaraan seperti dikejar waktu padahal kalu gak salah sudah malam, mau ngapain juga malam-malam buru-buru. Saya jadi ingat teman saya yang dari gorontalo berkata klu kota ini gak ramah biar mau nyebrang susah banget. Kendaraan seperti berlomba-lomba padahal bukan waktu pagi untuk berangkat ke kantor, makan siang ataupun pulang kerja.
Anyway, setelah hampir sejam tiba juga di hotel tempat menginap. Senang banget, akhirnya bisa melihat tempat tidur setelah berjam-jam duduk diruang tunggu keberangkatan.
Untuk 2 hari, materinya seputar pekerjaan rutin. Pada hari ketiga, pematerinya dari internal control pusat. Orang itali sepertinya. Beliau mengungkapkan tentang beberapa aturan tambahan tentang ketaatan perusahaan.
Setelah mengikuti ceramah beliau, saya takjub banget mengetahui bahwa perusahaan tempatku bernaung paling besar menanggung biaya-biaya tidak resmi untuk wilayah Indonesia. Mereka membuat beberapa exception seperti biaya-biaya retribusi pajak, pemasangan reklame dan lain-lain yang tidak memiliki peraturan daerah atau surat resmi.
Khusus sulawesi tengah, daerah yang sering mendapat pungutan-pungutan tidak resmi adalah Tolitoli. Dimana untuk pemasangan reklame seperti baliho saja, harus dikenakan biaya adminstrasi penelitian untuk pemasangan baliho. Belum termasuk retribusi reklame itu sendiri yang tidak terdapat perdanya. Itu baru pembayarannya, sedangkan birokrasi pengurusannya yang tidak satu atap lebih merepotkan lagi, mengingat pegawai di sana hanya sampai waktu makan siang. Jadi urusan pembayaran pajak yang dapat diselesaikan hitungan satu hari jadi berhari-hari baru bisa kelar. Ironis memang. tapi itulah birokrasinya.


Setelah hampir seminggu training di makassar, gak seru klu gak sempat keliling kota makassar ketemu teman kuliah dan keluarga tentunya.

Tidak ada komentar: