Translate

26.10.07

Yang Terfavorite



Karena kelelahan saya benar-benar sulit tidur malam ini, jadi saya putuskan untuk membukakembali notebook dan melihat foto-foto waktu liburan lebaran kemarin. Seru banget ! Di salah satu foto tersebut terdapat salah satu keponakan yang saya sayang banget. Dia anak kedua dari kakak tertua saya yang di makassar. Dulu, sewaktu saya masih kuliah, saya menetap dengan kakak saya. Tidak enak juga tinggal tapi cuman makan dan tidur saja, maka jadilah saya seorang pengurus ponakan. Benar-benar bukan pekerjaan yang mudah, apalagi saya harus kuliah sedangkan kakak dan ipar saya kembali di saat petang, Saya harus menunggu kakak pulang dulu kemudian berangkat ke kampus. Saya bersyukur benget kuliah mulai jam empat sore jadi masih bisa memandikan ponakan saya tapi tetap saja telat. Gimana tidak ? pada saat berangkat ke kampus selalu diiringi derai air mata sang ponakan jadi harus ngumpet dulu sebelum berangkat ke kampus.

Hasilnya ? karena predikat telat saya jadi di kenal oleh seorang dosen killer. beruntung saja bukan dia yang menguji ! pasti dia dendam banget coz saya paling sering memprotes kalu sedang jam diskusi. Sudah telat..tukang protes lagi.Kira-kira gimana yah kabar bapak itu ?

Well, itu dua tahun yang lalu sekarang dia sudah gede, tetep cengeng tapi ada yang berubah dari dia. Lebih pengertian. Kemarin pada saat mau balik ke makassar kami sempatkan untuk shopping ria di salah satu swalayan kota palu. Berhubung kondisi keuangan saya sangat sangat mengenaskan, saya berpesan kepadanya untuk memilih dulu barang-barang yang penting kemudian membeli oleh-oleh selama perjalanan. Dan dia setuju bahkan ikut membantu mencari barang tersebut. Setelah selesai, kami mulai mencari snack dan dia menunjuk snack coklat dengan ukuran jumbo, sepertinya tidak cocok dengan kondisi keuangan saya ! saya mencoba menjelaskan bahwa jika membeli kue tersebut mungkin tidak cukup untuk membayarnya. Ajaib, dia tidak menangis atau mengamuk yang biasanya anak-anak lakukan jika keinginannya tidak terpenuhi. Dia mengerti bahkan menggantinya dengan snack tango ukuran sedang, kemudian berlari menuju cashier tanpa perasaan sedih. Saya benar-benar tersentuh, masih sekecil itu tapi sangat pengertian. Dia benar-benar ponakan terfavorite ku dikeluarga.

Tidak ada komentar: