Translate

18.10.07

Telat bayar pajak...apa kata dunia ??

Saya sudah hampir dua tahun bergabung dengan salah satu perusahaan swasta yang sangat taat pajak. Saking taatnya, perusahaan mewajibkan setiap karyawannya untuk mengurus NPWP. Tentu saja, perusahaan mempunyai cara jitu agar setiap karyawan memiliki NPWP yakni dengan mewajibkan setiap karyawan untuk mengisi form dan lampiran kelengkapan diri karyawan yang nantinya ditangani centralized by company.
Aniwei... kedengarannya seperti pemaksaan, tapi ini merupakan itikad baik perusahaan mengikuti program pemerintah yang mewajibkan karyawan dengan pendapatan tertentu untuk menyetor pajak agar dapat lebih mensejahterahkan masyarakat. Semoga saja.
Well, basa-basi tadi hanya pengantar saja dan saya tidak ingin panjang lebar tentang kewajiban karyawan untuk memiliki NPWP... tapi saya ingin menyampaikan uneg-uneg tentang pengalaman saya saat membayar pajak..
Kejadiannya beberapa minggu yang lalu, pada saat menyetorkan pajak perusahaan di kantor pos namun terdapat beberapa masalah dengan system jaringannya.
Sebenarnya kantor pos merupakan tempat favorite saya untuk melakukan penyetoran pajak karena dekat, nyaman, dan tidak terlalu mengantri. Itu jika tidak terdapat salah satu kekurangan yang cukup parah yaitu : sering sekali mengalami trouble dengan systemnya. Maka karena takut kena trouble system lagi masa keesokan harinya dengan semangat dan keyakinan diri saya berganti haluan untuk membayar pajak di salah satu bank pemerintah di kota. Saya sudah beberapa kali menyetorkan pajak di tempat tersebut tapi berhubung antrinya naudzubillah min zalik dan jaraknya cukup jauh maka kantor pos selalu menjadi pilihan utama
Biasanya pihak bank menetapkan sampai jam 13.30 untuk melakukan pembayaran pajak. Dan berhubung saat itu masih menunjukkan jam 11.45 maka saya berinisiatif untuk ke bank bersama teman sekantor. Setibanya dibank, setelah mengambil nomor antrian security bank mengantarkan saya ke teller khusus untuk menyetor pajak dan ternyata sudah menunggu beberapa orang yang bernasib sama untuk menyetor pajak. Setelah beberapa menit tibalah nomor antrian saya, tapi betapa terkejutnya saat saya memberikan SSP, sang teller dengan santainya mengatakan sudah jam 12.30 dan sudah waktunya untuk istirahat serta besok saya bisa kembali lagi untuk membayar. Saya berusaha meyakinkan teller tersebut bahwa waktunya masih lama untuk menyetor pajak. Tapi, pihak bank meyakinkan untuk kembali esok hari. Saya benar-benar kecewa, jika memang seperti itu buat apa membuat jadual. Bank aneh. Belum lagi hari itu terakhir untuk penyetoran pajak, mau kembali kekantor pos kesayangan, sudah tutup berhubung menyongsong libur hari raya.
Yaah terpaksa nanggung denda lagi. sebel..sebel..sebel.
Saya jadi ingat salah satu billboard yang terpajang di salah satu jalan protokol “bayarlah pajak anda tepat waktu” . Huh ! tepat waktu apanya mau nyetor aja susah banget..nasib..nasib..nasib.





Tidak ada komentar: